Peran Risiko Audit, Prosedur Audit Forensik, dan Whistleblowing System dalam Meningkatkan Deteksi Fraud

Peran Risiko Audit, Prosedur Audit Forensik, dan Whistleblowing System dalam Meningkatkan Deteksi Fraud

Penulis

  • Erika Desitra Universitas Islam Negeri Raden Intan

Kata Kunci:

Pendeteksi Kecurangan, Risiko Audit; Teknik –teknik Audit Investigatif; Whistleblowing Sistem

Abstrak

Minimalisasi kecurangan (fraud) dapat dilakukan melalui pendeteksian yang efektif, namun pendeteksian saja tidak cukup untuk secara signifikan mengurangi terjadinya kecurangan. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang komprehensif dengan mengintegrasikan upaya deteksi dan pencegahan dalam tata kelola organisasi. Artikel ini mengkaji penelitian terdahulu mengenai faktor-faktor yang memengaruhi pendeteksian kecurangan, yaitu Risiko Audit, Teknik Audit Forensik, dan Sistem Whistleblowing. Tujuan dari kajian literatur ini adalah untuk mengembangkan hipotesis mengenai hubungan antar variabel yang dapat digunakan dalam penelitian empiris selanjutnya. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengendalian internal, sistem whistleblowing, dan audit internal memiliki peran penting dalam pendeteksian dan pencegahan kecurangan. Hal ini mengindikasikan bahwa pemahaman dan penerapan yang baik terhadap penilaian Risiko Audit, Teknik Audit Forensik, serta Sistem Whistleblowing dapat meningkatkan efektivitas pendeteksian kecurangan. Selain itu, faktor-faktor tersebut juga berkontribusi dalam memperkuat transparansi, akuntabilitas, dan praktik etika dalam organisasi

Unduhan

Diterbitkan

2026-02-28